Hubungi kami : PHONE : 021-53153871, 7410545 FAX : 021-7410545 MOBILE : 089999-55559 BB :5D6C430D WA : 081298737575 Email : plazagps@gmail.com


Customer Service

Pin Blackberry
CS1 :
5D6C430D

Alamat
Mall WTC Matahari Lt2 Blok S20 Serpong Tangerang
021-53153871 , 7410545
Fax 021-7410545
Hotline: 08999955559
WhatsApp : 081298737575

Rekening Pembayaran
Testimonial

Danny Salim
TOP.....setelah berkali kali beli antena dari salah konektor sampe yg nggak ada peningkatan signal, tapi kali ini belanja dari Plaza GPS dengan pak annas, super dan sangat puas, gps tidak naik turun lagi signalnya, bener bener kualitas yg terbaik. terima kasih pak, tapi btw itu kabel panjang amit pak, 8 meter bisa dipake sekaliang ngiket laher...hehehe
Keranjang Belanja
Keranjang belanja Anda masih kosong. Selamat berbelanja.




By Admin  Article Published 24 June 2015
 

Pada 23 April lalu, keluarga besar PlazaGPS melakukan tour ke Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tour yang kami lakukan selama tiga hari ini tentunya menjadi pengalaman yang begitu berkesan. Setiap tahunnya keluarga besar PlazaGPS memang selalu mengadakan acara gathering sebagai sarana untuk membina keakraban dan rasa persaudaraan antar individu dalam tim.

Seperti yang kita ketahui bahwa kekompakan dan keharmonisan dalam sebuah tim memang harus selalu dipupuk untuk mewujudkan kerja tim yang efektif dan produktif. Acara ini tidak hanya dimanfaatkan untuk menyegarkan pikiran tetapi juga menjadi momen berbagi cerita, ilmu dan pengalaman. Itulah mengapa acara ini menjadi sangat penting.

Kali ini, Lombok menjadi pilihan kami untuk berkumpul dan menikmati keceriaan bersama. Keindahan alam Lombok menjadi daya tarik tersendiri bagi kami. Beberapa tempat yang akan kami kunjungi diantaranya, Desa Sade (desa wisata Suku Sasak), Pantai Kuta, Mata Air Narmada, Kota Tua Ampenan, Malimbu Hills, Gili Trawangan, Pura Batu Bolong dan Air Terjun Otaq Kokoq. Lombok dengan sejuta keindahan alamnya siap menyambut  kedatangan kami.

Pesawat kami lepas landas pada pukul 05.00 WIB, dan perjalanan kami cukup menyenangkan karena disambut cuaca yang cerah. Memandang alam Lombok dari atas pada menit-menit terakhir sebelum pesawat mendarat membuat kami berdecak kagum. Laut biru yang luas dihiasi bukit dan sawah yang menghampar lebar bagai karpet raksasa begitu menakjubkan.

Pukul 06.40 WITA kami sampai di Bandara  Internasional Lombok, perasaan lega dan penuh syukur pun melingkupi kami. Dengan wajah gembira kami menghirup udara Lombok yang begitu sejuk ketika itu. Sebelum meninggalkan bandara kami  menyempatkan diri berfoto dengan gaya ala kadarnya.

Sekitar sepuluh menit menunggu, akhirnya bus yang  menjemput kami datang juga. Petualangan kami menjelajahi Lombok pun dimulai. Pertama-tama kami beserta rombongan mengunjungi Desa Sade yang merupakan desa yang dihuni oleh suku Sasak. Di desa ini semua penduduknya adalah asli suku Sasak yang memegang teguh budaya aslinya. 

Di Desa Sasak selain bisa melihat langsung dan memasuki rumah tradisional suku Sasak,  kita juga bisa melihat aktifitas keseharian penduduk. Penduduk suku Sasak bermatapencaharian sebagai petani, penenun dan juga pedagang.

Puas berkeliling di Desa Sade dan membeli cinderamata di desa ini, kami pun melanjutkan perjalanan kami. Target kami selanjutnya adalah Pantai Kuta Lombok. Pantai Kuta, berada di Desa Kuta, Lombok Tengah. Pantai Kuta berjarak sekitar 56 kilometer dari Kota- Mataram. Jalan menuju Pantai Kuta masih begitu sepi, samping kiri kanan jalan dipenuhi dengan semak - pepohonan yang rimbun. 

Pantai Kuta masih begitu alami dan belum terjamah. Pasirnya yang bulat dan berwarna putih menyerupai merica menambah keindahan pantai ini. Melihat hamparan pasir putih dan lautan yang biru, membuat kami ingin segera beradu dengan ombak yang berdebur ringan. Tawa riang pun berderai  setiap kali kami diterpa ombak. Bukit-bukit yang menjorok ke pantai dan air laut yang jernih menjadikan pantai ini begitu menakjubkan.

Lama bermandi air laut, perut kami mulai merasa keroncongan. Untungnya, makan siang untuk kami telah siap. Makan siang bersama di pinggir pantai ditemani obrolan dan canda tawa membuat suasana makan siang menjadi hangat. Setelah makan siang, kami menuju ke hotel untuk beristirahat. Mandi air hangat membuat tubuh kami segar kembali.

Pantai berikutnya yang kami kunjungi adalah Pantai Ampenan. Di Sore hari pantai ini ramai dikunjungi, tempat duduk di pinggir pantai menjadikan tempat ini pas dijadikan tempat nongkrong. Ditambah lagi semilir angin yang berhembus, pasti membuat kita enggan beranjak dari pantai ini. Sayang sekali sore ini langit mendung, dan rencana kami untuk melihat sunset tidak dapat terwujud. Meski begitu,  kami cukup senang karena masih bisa makan malam bersama di pinggir pantai. Hidangan yang nikmat ditambah dengan indahnya malam di pantai ini membuat makan malam kami terasa begitu istimewa. 

Setelah makan malam, kami kembali ke hotel untuk istirahat dan mempersiapkan diri untuk perjalanan esok pagi. Rasanya tidak sabar untuk menanti esok pagi, tempat yang akan kami kunjungi esok pagi adalah Malimbu Hills dan Gili Trawangan.  

Matahari telah terbit, kami pun segera bersiap untuk melanjutkan kunjungan ke target selanjutnya yaitu Malimbu Hills dan Gili Trawangan.  Jalan berkelok dan menanjak yang dikelilingi pepohonan membuat perjalanan kami tidak membosankan. Udara yang bersih dan sejuk membuat kami ingin membuka kaca jendela mobil dan membiarkan udara segar berhembus. Sejuk sekali, kontras sekali dengan suasana kota tempat tinggal kami yang penuh dengan polusi dan padat kendaraan.

Setelah berkendara sekitar setengah jam lebih, mobil yang kami tumpangi berhenti di depan sebuah bukit yang tidak terlalu tinggi. Kami pun segera berkumpul dan mengambil posisi untuk berfoto bersama. Dari Malimbu Hills ini kita bisa menyaksikan lautan luas yang biru, sejauh mata memandang lautan biru itu seperti tak berujung.

Dari Malimbu Hills kami segera meluncur Ke Gili Trawangan. Untuk sampai ke Gili Trawangan kami harus mengendarai mobil kami hingga sampai di tempat penyeberangan, kemudian kami menyeberangi lautan menggunakan perahu. Pemandangan yang menakjubkan mengiringi perjalanan kami menuju Gili Trawangan. Perjalanan kami menuju Gili Trawangan semakin mengasyikkan karena diiringi oleh canda tawa dan aksi foto bersama. Begitu perahu berhenti dan menepi, satu-persatu dari kami segera melompat turun dari perahu. 

 

Sekali lagi, kami dibuat takjub oleh keindahan alam Lombok. Begitu jernihnya air laut di pantai ini, hingga kita bisa melihat hingga ke dasar di bagian pantai yang dangkal. Snorkeling, adalah hal yang paling kami tunggu-tunggu. Keindahan dasar laut yang dihiasi terumbu karang dan ikan-ikan yang cantik telah membayangi kami. Setelah rombongan kami cukup lama berjalan, akhirnya kami menemukan tempat yang cocok untuk menyelam ria.

Tak mau menunggu lama, kami pun segera mempersiapkan diri. Sebelum menyelam, kami menyewa perlengkapan renang seperti kacamata renang dan pelampung. Setelah siap, kami pun berlari menuju pantai. Laut yang luar biasa jernih membuat ikan-ikan jelas terlihat saat kami menyelam. Setelah puas menyelam, rasa lapar pun menyerang perut kami. Kami pun menepi dan berteduh dibawah pohon rindang di dekat pantai

Menikmati angin di tepi pantai memang begitu mendamaikan pikiran. Rasanya ingin lebih lama ada di sini. Tetapi kami harus segera kembali. Namun, seperti biasa kami terlebih dahulu mengabadikan momen indah di pantai ini dengan berfoto bersama. Saat sesi foto berakhir hari sudah semakin sore, menyadarkan kita untuk segera kembali. Dengan berat hati kami pun meninggalkan Gili Trawangan.

Sepulang dari Gili Trawangan kami mengunjungi Pura Batu Bolong. Pura Batu Bolong adalah pura kecil yang berada di tepi Pantai Senggigi. Sebelum memasuki tempat ini pengunjung diharuskan memakai kain berwarna merah ataupun kuning yang telah disediakan. Layaknya seperti di tempat ibadah yang lainnya, pengunjung juga diharuskan menjaga kesopanan ketika di tempat ini.

 

Sebelum pulang ke hotel kami menikmati jagung bakar terlebih dahulu dan membeli cinderamata yang dijual di tepi jalan dekat Pura Batu Bolong. Setelah mandi dan beristirahat sekitar pukul 08.00 WITA kami menuju ke Rumah Makan Ayam Taliwang Khas Pak Udin yang tidak jauh dari hotel tempat kami menginap. Ayam taliwang dan plecing kangkung adalah makanan khas Lombok yang tentunya sayang sekali untuk dilewatkan. Puas memanjakan lidah dengan kenikmatan ayam taliwang dan plecing yang pedas, kami pun memikirkan apa yang akan kami lakukan selanjutnya.

Malam ini akan menjadi malam terakhir kami di Lombok, karena besok malam kami sudah harus kembali. Tak mau menyia-nyiakan momen berharga kami di Lombok, kami memutuskan untuk berjalan-jalan berkeliling kota Mataram. Kami berhenti di sebuah taman yang disampingnya berjajar pedagang kaki lima. Meja-meja ditata rapi dan di taman itu juga disediakan tikar untuk duduk. Kami memesan kopi dan mengobrol santai seputar pengalaman  berwisata di tempat yang kami kunjungi sebelumnya.

Lama menunggu, kopi tak juga datang. Sembari menunggu kopi, kami berjalan berkeliling taman  melewati seluruh pedagang kaki lima yang ada ditaman ini. Sebagian besar pedagang kaki lima disini menjual sate bulayak, sehingga membuat kami penasaran dengan kuliner yang begitu populer di kota ini.

 

Untuk menghilangkan rasa penasaran kami, kami memesan satu porsi sate bulayak. Yang berbeda dari sate bulayak dengan sate-sate yang lain adalah lontongnya yang dibungkus dengan daun aren atau daun enau. Lontong inilah yang disebut bulayak. Bumbu sate bulayak rasanya gurih karena santan lebih dominan dibandingkan dengan kacang dalam bumbu satenya.

Setelah kekenyangan menikmati sate bulayak dan minum kopi, kami berencana untuk segera kembali ke hotel. Pagi begitu cepat menyapa kami, kami pun bersiap untuk mengunjungi dua tempat wisata yang menjadi target terakhir kami, yaitu Taman Narmada dan Air Terjun Otak Kokoq.

 

Tujuan pertama kami pagi ini adalah Taman Narmada. Taman Narmada berada di Desa Lembuak, Kecamatan Narmada. Taman yang terletak di Kabupaten Lombok Barat ini, berjarak sekitar sepuluh kilometer dari kota Mataram. Taman seluas dua hektar peninggalan Raja Mataram ini sedang ramai dikunjungi saat kami bertandang kesana. Taman yang mengalami pemugaran dari waktu ke waktu ini tampak begitu asri dengan rumput dan tanaman yang terawat. Para ladies dari tim kami sempat berfoto di tangga dekat kolam dengan posisi berjajar dari tangga paling bawah hingga ke atas.

 

Tidak banyak waktu yang kami habiskan di Taman Narmada karena kami masih harus mengunjungi Air Terjun Otaq Kokoq. Dari Taman Narmada menuju Otaq Kokoq diperlukan waktu sekitar dua jam perjalanan menggunakan bus. Di tempat inilah kami memanfaatkan waktu kami untuk belajar menggunakan total station. Total station merupakan salah satu produk alatsurvey yang kami jual di toko kami.

Total station merupakan alat ukur jarak yang  digunakan dalam pemetaan dan juga konstruksi bangunan. Dibimbing oleh kawan kami yang sudah profesional, satu persatu dari kami mencoba menggunakan alat ini. Rekan kami juga menjelaskan dan mendeskripsikan cara kerja total station. Hal ini tentunya menjadi tambahan ilmu yang begitu berharga bagi kami.

 

Setelah melakukam “praktek” menggunakan alat survey, kami pun bersantai sambil menikmati buah durian serta jajanan yang dijual di sekitar air terjun. Diluar dugaan kami hujan turun lumayan deras saat kami sedang bersantai. Kami pun segera berteduh disalahsatu gazebo yang tersedia disekitar air terjun.

Rencana awal kami untuk mandi di Air Terjun Otak Kokoq terpaksa digagalkan karena hujan turun dan waktu kami semakin mendesak. Karena hujan yang tak kunjung reda, kami berhujan-hujanan menuju bus kami. Baju kami yang basah ditambah dengan udara AC dalam bus yang dingin membuat kami kedinginan.

 

Dari Otak Kokoq kami segera meluncur ke Bandara Internasional Lombok. Sampai di bandara, baju kami yang basah sudah mengering dengan sendirinya. Syukurlah, kami sudah tidak terlalu merasa kedinginan. Akhirnya perjalanan kami menjelajahi tempat wisata di Lombok berakhir. Kami akan segera kembali ke Tangerang dengan penerbangan malam ini. Pengalaman ini begitu berkesan bagi kami. Pastinya dalam hati kami masing-masing terbesit keinginan untuk mengunjungi Lombok kembali suatu saat nanti.



Related Article