Hubungi kami : PHONE : 021-53153871, 7410220, 7410220 FAX : 021-7410545 MOBILE : 08164275142 BB : 24F2853F WA : 081298737575 Email : info@gpsmurah.com


Customer Service
Online CS-1
Online CS-3
Online CS-4
Online CS-5

Pin Blackberry
Marketing
2B1E75A3
Support
29EBC4AB
Marketing
24F2853F

Alamat
Mall WTC Matahari Lt2 Blok S20 Serpong Tangerang
021-53153871 , 50541095
021-7410220,7410064
Fax 021-7410545
Mobile : 081298737575
WhatsApp : 08164275142

Rekening Pembayaran
Testimonial

Wisnu Ary Kumoro
GPS Garmin Nuvo 50 LM, order dan pembayaran tanggal 11 Juni 2014, barang sampai tujuan di Yogyakarta 13 Juni 2014. Lebih cepat dari situs online lain yang biasa saya order. saran: utk packaging pengiriman bisa ditambahkan peredam getaran biar lebih aman sampai di tujuan.
Keranjang Belanja
Keranjang belanja Anda masih kosong. Selamat berbelanja.




By Admin  Article Published 14 February 2013
 

Sebelum kita memutuskan untuk membeli teleskop, ada baiknya tulisan ini dibaca dulu. Karena jenis dari teleskop bermacam-macam. Begitupun harganya dari yang harga empat ratusan ribu sampai puluhan juta. Sebaiknya dalam memilih teleskop disesuaikan dengan kebutuhan kita.


Q: Ada berapa macam teleskop sebenarnya?
A: Secara prinsip ada tiga macam, yaitu teleskop refraktor, reflektor, dan kombinasi antara keduanya, yaitu catadioptric
Q: Mana yang paling unggul di antara ketiganya?
A: Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Q: Bagaimana dengan teleskop refraktor?
A: Teleskop refraktor membelokkan (mengumpulkan) cahaya dengan menggunakan elemen lensa langsung menuju lensa okular (eyepiece). Kelebihannya, image quality yang sangat prima baik kontras, warna dan ketajaman. Dibandingkan kedua jenis lainnya, refraktor memiliki hasil kualitas gambar terbaik. Kekurangannya, untuk mencapai panjang fokal yang panjang, tabung optik juga semakin panjang. Selain itu, elemen lensa juga semakin mahal bila diameter lensa obyektif (depan) semakin besar.
Q: Apa itu teleskop reflektor?
A: Teleskop reflektor atau Newtonian, mengumpulkan cahaya melalui sebuah sebuah cermin cekung (yang harganya jauh lebih murah dibandingkan lensa). Cermin ini memiliki ukuran sama dengan diameter tabung, terletak di belakang, dan memantulkan cahaya ke sebuah cermin yang lebih kecil terletak di depan untuk memantulkan gambar ke samping tabung di mana lensa okular terdapat di sini. Kelebihannya ada pada kemampuan mengumpulkan cahaya dengan harga yang sangat murah. Teleskop tipe ini tersedia hingga diameter 25” – 30” dalam konfigurasi Dobsonian. Secara ketajaman, tidak kalah jauh dari refraktor, namun teleskop reflektor membutuhkan lebih banyak kolimasi (proses kalibrasi sudut pantul antara kedua cermin) agar gambar dihasilkan sempurna. Selain itu tabung optik teleskop ini juga besar sehingga lebih cocok untuk pemakaian yang jarang berpindah tempat kecuali diameter yang kecil (di bawah 6”).
Q: Apa itu teleskop Catadioptric?
A: Teleskop catadioptric juga menggunakan sebuah cermin di belakang dan depan, namun cermin kecil di depan tidak memantulkan cahaya ke samping, melainkan ke belakang kembali di mana lensa okular terletak di tengah. Tergantung tipe, ada tambahan sebuah lensa corrector di depan cermin besar atau cermin ke dua. Ada dua macam catadioptric yang populer saat ini yaitu Maksutov Cassegrain dan Schmidt Cassegrain. Kelebihan teleskop tipe ini tidak ada yang menonjol, namun tidak ada kekurangan yang berarti juga. Artinya, gambar tidak sehebat refraktor dan reflektor – namun lebih jarang membutuhkan kolimasi, tabung optik juga lebih kompak sehingga untuk bepergian sangat praktis (bahkan dengan diameter besar sekalipun). Bila ada kekurangan yang berarti, adalah kemampuan teleskop ini beradaptasi dari suhu ruangan ke suhu luar – di mana waktu yang dibutuhkan lebih lama dibanding refraktor dan reflektor. Sebagai catatan, untuk mendapatkan kualitas gambar prima, teleskop harus memiliki suhu dalam tabung yang sama dengan suhu di luar tabung untuk menghindari turbulensi di dalam tabung optik.
Q: Bagaimana cara memilih teleskop?
A: Tergantung kondisi dan kebutuhannya. Penggunaan teleskop dapat dikategorikan menjadi beberapa kategori umum berdasarkan kondisi pemakaian dan obyek yang akan diobservasi.
Q: Bagaimana memilih berdasarkan kondisi pemakaian?
A: Sederhana saja, bila anda tinggal di pusat kota dengan tingkat polusi cahaya yang tinggi seperti Jakarta, lebih baik menggunakan teleskop refraktor berukuran sedang sehingga mudah dibawa ke tempat lain dan memiliki kontras tinggi sehingga bila kondisi langit kurang idealpun langit akan tampil lebih hitam (kontras). Bila anda tinggal di daerah dengan tingkat kegelapan langit yang baik, teleskop reflektor bisa dipertimbangkan, juga refraktor berdiameter 4” ke atas karena sedikit kemungkinan anda akan pergi ke tempat lain membawa teleskop tersebut. Bila anda suka bepergian dan ingin konfigurasi yang paling sederhana, teleskop Maksutov Cassegrain kompak bisa menjadi pilihan. Patut diingat pilihan teleskop juga menentukan pilihan untuk tripod, eyepiece, dan aksesori lainnya.

Tentang Teleskop Refractor APO

Q: Apa yang membedakan William Optics dengan pembuat teleskop lain?
A: Saat ini WO berkonsentrasi membuat teleskop jenis refraktor dengan kualitas tinggi baik dari segi rancang bangun dan optik. Semua teleskop WO merupakan jenis APO.
Q: Apa yang dimaksud dengan APO?
A: APO atau apochromatic merupakan desain optik yang mampu mengoreksi semua warna hingga jatuh kembali ke titik fokus yang sama (cahaya memiliki sifat ter-dispersi bila dibengkokkan arahnya oleh prisma atau lensa) sehingga benda yang kita lihat akan terlihat sangat tajam dan warna akan sangat natural. Untuk membuat sebuah lensa APO, dibutuhkan elemen ED atau Fluorite yang harganya lebih mahal.
Q: Mengapa ada teleskop lain yang berharga sama namun memiliki ukuran/diameter lensa obyektif lebih besar?
A: Teleskop yang menganut desain optik konvensional disebut juga achromatic, hanya mampu memfokuskan secara akurat rentang gelombang cahaya antara warna merah dan biru. Di luar rentang itu, sangat mungkin akan terlihat color-fringing, biasanya warna ungu berpendar mengelilingi obyek yang memiliki kontras tinggi. Teleskop achromatic tentu lebih murah karena tidak menggunakan elemen lensa extra-low dispersion (semacam ED dan Fluorite). Teleskop ini kurang maksimal untuk melihat obyek tata-surya (planet dan bulan) yang rata-rata memiliki kontras cahaya tinggi. Hal ini tentu juga mengurangi kemampuan dalam astrophotography.
Q: Apa saja komponen utama teleskop refraktor?
A: Komponen utama adalah OTA (Optical Tube Assembly) atau tabung optik utama. Di belakangnya ditambahkan Diagonal untuk membelokkan cahaya ke eyepiece (lensa okular) yang akan menjadi tempat mata kita melihat image. Komponen paling akhir adalah eyepiece itu sendiri.
Q: Apakah ada komponen lain yang bisa ditambahkan?
A: Pada teleskop yang berukuran lebih besar, perlu ditambahkan sebuat alat bantu untuk mengarahkan teleskop ke titik yang tepat. Bisa berupa Red Dot Finder (tanpa pembesaran) atau Finderscope (biasanya dengan pembesaran 6x atau 7x). Selain itu ada beberapa aksesori seperti Photo Adapter untuk menghubungkan kamera digital/film, Extender untuk menambah jarak fokus, atau Barlow untuk menambahkan pembesaran dari eyepiece yang digunakan.
Q: Mengapa disebut teleskop 66mm, 80mm, 90mm, 110mm, dst?
A: Angka tersebut menunjukkan besarnya diameter bersih lensa obyektif (paling depan). Semakin besar diameternya, semakin besar kemampuan teleskop tersebut mengumpulkan cahaya.
Q: Apakah semua teleskop 80mm, misalnya, memiliki terang yang sama?
A: Pada pembesaran yang sama, ya. Jadi dua teleskop 80mm dengan focal length berbeda, akan memberikan terang gambar yang sama pada pembesaran yang sama.
Q: Bagaimana menentukan focal-length sebuah teleskop?
A: Rumusnya sederhana; focal length = diameter obyektif x faktor bukaan. Contoh, teleskop dengan diameter 66mm yang memiliki f/6, akan memiliki focal length sebesar 396 mm (dibulatkan menjadi 400mm).
Q: Bagaimana menghitung daya pembesaran (magnification) sebuat teleskop?
A: Rumusnya juga sederhana; Pembesaran = focal length / eyepiece focal length. Contoh, bila kita menggunakan eyepiece 20mm pada teleskop dengan focal length 400mm, maka pembesaran yang didapat adalah 20x.
Q: Bagaimana kita mengetahui pembesaran yang harus kita gunakan?
A: Tergantung obyek, selain itu tidak ada patokan yang baku, prinsipnya bila kondisi langit kurang ideal (banyak polusi cahaya, sehingga kurang hitam), maka pembesaran harus dikurangi. Pada kondisi yang sangat baik (gelap tanpa turbulens) tergantung teleskopnya, pembesaran antara 200-300x dapat digunakan.
Q: Bagaimanakah saya mengetahui pembesaran maksimal sebuah teleskop?
A: Prinsipnya, paling besar adalah 60x per inci diameter teleskop. Jadi teleskop 80mm (3.1 inci) memiliki pembesaran maksimal 180x. Namun tidak semua teleskop memiliki kualitas optik yang prima, sehingga paling aman menggunakan patokan 30-40x per incinya (90x – 120x pada teleskop 80mm).
Q: Bagaimana dengan pembesaran yang dapat dilakukan pada teleskop William Optics?
A: Sangat baik! Teleskop WO tipe Zenithstar 66 SD APO contohnya, masih menghasilkan gambar yang sangat tajam dengan eyepiece 4mm (97x) dan 3.5mm (110x). Sedang tipe Megrez 80mm Fluorite Doublet mampu mencapai 138x dan 158x dengan eyepiece 4mm dan 3.5mm. Namun sebaik apapun teleskopnya, pembesaran ini harus dilakukan pada kondisi langit yang ideal.
Q: Apa yang dapat saya lihat pada pembesaran 138x dan 158x?
A: Untuk planetary-viewing, pembesaran 138x sudah mampu menikmatii planet Jupiter dan Saturnus dengan sangat jelas, di mana ciri-ciri permukan (pola garis dan warna) sudah sangat nyata. Pada pembesaran 158x tentu warna dan detail lebih baik untuk diamati. Bila digunakan untuk mengamati bulan, pembesaran ini bisa digunakan untuk mengamati kawah!
Q: Bagaimana saya memilih diameter teleskop refraktor?
A: Beberapa faktor dapat menjadi pertimbangan untuk pribadi yang berbeda. Bila anda sangat suka bepergian (traveling) baik dengan mobil atau pesawat tapi ingin selalu mengamati fenomena langit, teleskop 66mm menjadi pertimbangan yang baik. Sangat kompak, kualitas optik prima (dengan WO tentunya ), masih dapat menggunakan tripod foto biasa, dan harga sangat terjangkau. Bila anda memiliki hasrat sedemikian besar pada astronomi – tentu prinsip “the larger the better” akan membuat anda memilih diameter di atas 100mm. Pada teleskop WO seperti Zenithstar 110mm, pembesaran 250x adalah hal mudah. Bila tipe anda ada di tengah-tengah, jawabannya mudah; diameter 80mm dan 90mm sudah akan lebih dari sekedar mencukupi – terutama karena semua teleskop WO memiliki kualitas optik tinggi. Juga teleskop WO 80mm dan 90mm dirancang untuk masih bersahabat dengan tripod foto (harus lebih solid tentunya). Di atas itu, tripod astronomi menjadi satu-satunya pilihan. Namun bila tujuan anda adalah astrophotography dari awal, berapapun diameter teleskop anda, harus menggunakan tripod/mount astronomi berkualitas.
Q: Apakah teleskop refraktor WO dapat digunakan untuk landscape/terrestrial viewing?
A: Ya, tapi anda harus mengganti Diagonal 90 derajat dengan Erect Image Prism (disebut juga Correct Image Prism) 45 derajat. Ingat, di ruang angkasa tidak ada kiri kanan atas bawah, maka untuk kualitas optik maksimal, digunakan cermin (dengan dielectric coating) untuk diagonal. Cermin tidak mengoreksi atas bawah yang terbalik. Untuk itu dibutuhkan prisma. WO memiliki beberapa pilihan lengkap prisma untuk kebutuhan ini. Untuk penggemar nature and birding, Zenithstar 66 SD dengan erect image prism merupakan pilihan baik.
Q: Apakah bahan yang digunakan WO dalam pembuatan tabung teleskopnya?
A: Aircraft-grade Aluminium. Ringan dan sangat kuat. Pembuatannya menggunakan mesin CNC yang sangat presisi. Ini adalah salah satu ciri utama teleskop WO. Sekalipun anda bukan ahli dalam menilik kualitas pembuatan, mata anda tidak akan menipu anda karena rancang bangun teleskop WO yang sangat indah.
Q: Finishing apa yang digunakan?
A: Pada tipe Zenithstar pengaplikasian warna menggunakan teknik anodizing. Pada seri Megrez menggunakan powder-coating. Keduanya sangat indah dan kuat.


Related Article